Kembali ke Master
Biksu & Sejarah

Luang Pho Phat Punyakamo

HHengAmulet7 menit baca
Luang Pho Phat Punyakamo

Luang Pho Phat Punyakamo (หลวงพ่อพัฒน์ ปุญฺญกาโม) merupakan salah satu bhikkhu dan guru spiritual yang sangat dihormati dari Provinsi Nakhon Sawan, Thailand. Beliau dikenal luas sebagai Luang Pho Phat Wat Huai Duan dan menghabiskan sebagian besar kehidupan monastiknya di Wat Tharatharn, yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Wat Huai Duan. Selama hidupnya, beliau dikenal sebagai seorang bhikkhu yang tekun menjalankan kehidupan monastik, mempelajari Dhamma dan berbagai ilmu tradisional, serta memberikan perhatian besar kepada masyarakat yang datang meminta nasihat dan berkah.

Nama lengkap kehormatan beliau pada masa akhir kehidupannya adalah Phra Ratchamongkhon Watcharacharn (พระราชมงคลวัชราจารย์). Beliau juga pernah menjabat sebagai kepala Wat Tharatharn dan menjadi penasihat Kepala Sangha Provinsi Nakhon Sawan. Pemerintah daerah setempat sampai sekarang mengenang Wat Tharatharn sebagai Wat Luang Pho Phat karena begitu kuatnya hubungan beliau dengan kuil tersebut.

Luang Pho Phat lahir pada 12 Mei 1922 di Ban Sa Thale, Tambon Yan Matri, Distrik Phayuha Khiri, Provinsi Nakhon Sawan, Thailand. Nama lahir beliau adalah Phat Konchanthes (พัฒน์ ก้อนจันเทศ). Ayah dan ibu beliau dikenal sebagai Phut Konchanthes dan Kaeo Konchanthes. Beliau tumbuh dalam keluarga sederhana di wilayah Nakhon Sawan, sebuah daerah yang memiliki tradisi keagamaan dan kehidupan para guru spiritual yang kuat.

Sejak masih muda, Luang Pho Phat sudah memiliki kesempatan untuk belajar agama, membaca dan menulis, serta mengenal berbagai tradisi ilmu yang berkembang di wilayah tersebut. Beberapa catatan mengenai masa kecil beliau juga menyebutkan bahwa keluarganya pernah berpindah tempat karena kondisi kekeringan dan pekerjaan pertanian. Dalam masa tersebut beliau memiliki kesempatan untuk berhubungan dengan sejumlah guru spiritual yang kemudian memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan hidupnya.

Salah satu nama yang sangat penting dalam kehidupan awal Luang Pho Phat adalah Luang Pho Derm dari Wat Nong Pho, salah satu guru terkenal dari Nakhon Sawan. Ketika masih muda, Luang Pho Phat memperoleh kesempatan untuk belajar meditasi dan ilmu tradisional dari Luang Pho Derm. Beliau juga belajar dengan guru-guru lain di wilayah Nakhon Sawan, termasuk Luang Pho Kan dari Wat Khao Kaeo dan Luang Pho In dari Wat Hang Nam Sakhon. Tradisi pembelajaran inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar perjalanan spiritual beliau.

Sebelum memasuki kehidupan monastik secara penuh, Luang Pho Phat juga menjalani masa sebagai prajurit. Beliau menjalani wajib militer dan kemudian tetap berada dalam dinas militer karena situasi perang pada masa tersebut. Setelah menyelesaikan masa militernya, beliau memilih untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan memasuki kehidupan sebagai seorang bhikkhu.

Pada tahun 1946, Luang Pho Phat menerima penahbisan penuh sebagai bhikkhu di Wat Sa Thale, Nakhon Sawan. Upacara penahbisan tersebut dipimpin oleh Phra Tham Trailokachan, atau Luang Pho Yot dari Wat Khao Kaeo, sebagai upajjhaya. Luang Pho Kan dari Wat Khao Kaeo bertindak sebagai bhikkhu pembimbing dalam upacara penahbisan, sedangkan Phra Athikan Chua dari Wat Sa Thale bertindak sebagai anusavanacariya. Setelah ditahbiskan, beliau menerima nama Dhamma Punyakamo (ปุญฺญกาโม). Data mengenai penahbisan ini juga dicatat oleh Thai PBS ketika memberitakan wafatnya beliau pada 2023.

Setelah menjadi bhikkhu, Luang Pho Phat mulai memperdalam studi Dhamma dan praktik meditasi. Pada masa ini beliau kembali belajar kepada beberapa guru yang pernah memberikan pengaruh dalam kehidupannya. Salah satu periode yang sangat penting adalah ketika beliau belajar meditasi dan ilmu tradisional kepada Luang Pho Derm dari Wat Nong Pho. Dalam tradisi yang diwariskan oleh para murid, Luang Pho Phat menjalani pembelajaran tersebut selama hampir dua masa vassa sebelum melanjutkan perjalanan spiritualnya.

Luang Pho Phat kemudian melakukan perjalanan untuk memperdalam pengalaman spiritualnya. Beliau juga belajar mengenai praktik metta mahaniyom kepada Luang Pho Chup dari Wat Phra Borommathat Thung Yang di Provinsi Uttaradit. Setelah menjalani kehidupan sebagai bhikkhu dan memperoleh pengalaman dari berbagai guru, beliau kemudian dipercaya untuk memimpin Wat Phra Borommathat Thung Yang dan menjalankan tugas sebagai abbot selama sekitar enam tahun.

Setelah masa tersebut, Luang Pho Phat kembali ke Nakhon Sawan dan menjalani kehidupan monastik di Wat Sa Thale. Pada masa itu, orang tua beliau telah berpindah dan menetap di daerah Huai Duan, yang juga dikenal sebagai Tharatharn. Masyarakat setempat kemudian mengundang beliau untuk membantu mengembangkan sebuah kuil di daerah tersebut. Luang Pho Phat menerima permintaan tersebut dan pada sekitar 1970 mulai menetap di Wat Tharatharn atau Wat Huai Duan.

Sejak saat itu, Wat Tharatharn menjadi tempat yang sangat erat dengan kehidupan Luang Pho Phat. Beliau tidak lagi berpindah ke kuil lain dan menghabiskan lebih dari lima dekade di tempat tersebut. Selama bertahun-tahun, beliau membantu mengembangkan kuil, membimbing umat dan menerima masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan, mendengarkan Dhamma, menerima air suci dan meminta nasihat.

Di mata masyarakat, Luang Pho Phat dikenal sebagai seorang bhikkhu yang memiliki sifat penuh kasih dan mudah didekati. Banyak umat datang ke Wat Huai Duan untuk bertemu langsung dengan beliau. Seiring berjalannya waktu, nama beliau semakin dikenal tidak hanya di Nakhon Sawan tetapi juga di berbagai wilayah Thailand.

Selain kehidupan sebagai guru spiritual, Luang Pho Phat juga dikenal dalam dunia amulet Thailand. Berbagai amulet dan benda pusaka dibuat atas nama beliau dan Wat Huai Duan. Amulet tersebut kemudian menjadi sangat populer di kalangan umat Buddha Thailand dan kolektor. Beliau juga sering diundang untuk menghadiri berbagai upacara Buddhis dan ikut memberkati amulet yang dibuat oleh berbagai kuil dan kelompok keagamaan.

Hubungan Luang Pho Phat dengan tradisi guru-guru spiritual Nakhon Sawan juga menjadi salah satu alasan mengapa amulet beliau mendapatkan perhatian besar. Para pengikut beliau melihat adanya kesinambungan antara tradisi ilmu dan praktik yang diwariskan oleh guru-guru sebelumnya dengan kehidupan Luang Pho Phat sendiri. Nama Luang Pho Derm dari Wat Nong Pho, Luang Pho Kan dari Wat Khao Kaeo, Luang Pho In dari Wat Hang Nam Sakhon dan Luang Pho Chup dari Wat Phra Borommathat Thung Yang sering disebut dalam kisah perjalanan spiritual beliau.

Seiring bertambahnya usia, Luang Pho Phat semakin dikenal sebagai salah satu guru spiritual senior Thailand yang masih aktif memberikan bimbingan kepada umat. Banyak masyarakat datang ke Wat Huai Duan untuk memberikan penghormatan dan meminta berkah. Dana yang diberikan oleh para umat juga digunakan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan pemeliharaan kuil serta kegiatan sosial. Beliau dikenal menggunakan dukungan yang diterimanya untuk membantu berbagai kegiatan keagamaan dan masyarakat.

Atas pengabdian beliau dalam bidang agama dan masyarakat, Luang Pho Phat menerima beberapa gelar monastik sepanjang kehidupannya. Pada tahun 1962, beliau menerima gelar Phra Khru Phat Punyakamo. Pada tahun 1983, beliau menerima gelar Phra Khru Niwit Punyakorn sebagai kepala distrik sangha tingkat tiga, kemudian memperoleh kenaikan tingkat pada tahun 2000 dan 2002. Pada 6 Mei 2021, beliau menerima gelar kerajaan tingkat Ratch dengan nama Phra Ratchamongkhon Watcharacharn, sebuah gelar yang kemudian menjadi nama kehormatan yang paling dikenal pada masa akhir kehidupan beliau. Dokumen resmi pemerintah Thailand mencatat penetapan gelar tersebut bagi Phra Khru Winai Pitakyan (Phat Punyakamo) dari Wat Tharatharn, Nakhon Sawan.

Pada masa akhir kehidupannya, Luang Pho Phat tetap memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Wat Huai Duan. Walaupun usianya sudah sangat lanjut, nama beliau terus menjadi pusat penghormatan umat dan para murid. Wat Tharatharn kemudian dikenal secara luas sebagai Wat Luang Pho Phat, dan sampai sekarang tetap menjadi tempat penting bagi para umat serta kolektor yang ingin memberikan penghormatan kepada beliau. Pemerintah daerah Tharatharn sendiri mencatat hubungan langsung antara Wat Tharatharn dan Luang Pho Phat dalam informasi resmi mengenai kuil tersebut.

Luang Pho Phat Punyakamo wafat pada 24 November 2023, sekitar pukul 01.35, di Bangkok Hospital. Beliau wafat dengan tenang pada usia 101 tahun, setelah menjalani kehidupan sebagai bhikkhu selama 77 tahun. Berita mengenai wafatnya beliau disampaikan secara luas di Thailand dan menjadi duka bagi umat serta para murid yang selama puluhan tahun mengikuti ajaran dan kehidupan beliau.

Setelah wafatnya, Wat Huai Duan tetap menjadi pusat penghormatan terhadap Luang Pho Phat. Nama beliau terus hidup melalui para murid, kegiatan keagamaan dan berbagai amulet yang dibuat selama masa hidupnya. Bagi umat Buddha Thailand, Luang Pho Phat dikenang sebagai seorang bhikkhu yang menjalani kehidupan panjang dalam Dhamma, memberikan bimbingan kepada masyarakat dan menggunakan kedudukannya untuk membantu perkembangan agama serta kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Bagi dunia amulet Thailand, Luang Pho Phat Punyakamo menjadi salah satu guru spiritual penting dari generasi modern. Hubungannya dengan tradisi guru-guru Nakhon Sawan, kehidupannya yang panjang di Wat Huai Duan dan banyaknya amulet yang dibuat selama masa hidupnya membuat nama beliau tetap memiliki tempat khusus di antara para kolektor dan umat yang menghormati tradisi amulet Thailand.