Bagi para pecinta dan kolektor Thai Amulet, nama Benja Pakee atau พระเบญจภาคี merupakan salah satu istilah yang sangat dikenal. Benja Pakee bukanlah nama dari satu jenis amulet, melainkan sebuah kelompok yang terdiri dari lima jenis amulet terkenal dari berbagai daerah dan periode sejarah Thailand.
Kelima amulet tersebut adalah Phra Somdej, Phra Nang Phaya, Phra Rod, Phra Phong Supan, dan Phra Kamphaeng Soom Kor. Masing-masing memiliki bentuk, bahan, sejarah, dan latar belakang yang berbeda. Justru keberagaman inilah yang membuat Benja Pakee menjadi salah satu kelompok paling menarik dalam dunia Thai Amulet.
Apa Arti Benja Pakee?
Istilah Benja Pakee berasal dari bahasa Pali yang digunakan dalam tradisi keagamaan dan kebudayaan Thailand. Kata "Benja" berkaitan dengan lima, sedangkan "Pakee" mengacu pada bagian, kelompok, atau himpunan.
Secara sederhana, Benja Pakee dapat dipahami sebagai kumpulan lima jenis amulet.
Dalam sejarah dunia koleksi amulet Thailand, pengelompokan ini mulai dikenal luas pada pertengahan abad ke-20. Tokoh yang banyak dikaitkan dengan penyusunan konsep Benja Pakee adalah Prayun Kittiprawat, yang dikenal dengan nama pena Triyampawai. Pada tahap awal, kelompok ini dikenal sebagai Tri Pakee atau tiga amulet, sebelum kemudian ditambahkan dua jenis lainnya hingga menjadi lima.
Lima amulet tersebut tidak dibuat pada waktu yang sama. Sebaliknya, masing-masing berasal dari latar sejarah dan wilayah yang berbeda. Karena itu, Benja Pakee lebih tepat dipahami sebagai sebuah pengelompokan dalam dunia koleksi Thai Amulet, bukan sebagai satu seri amulet yang dibuat bersama dalam satu periode.
Lima Amulet dalam Benja Pakee
Phra Somdej

Phra Somdej, khususnya Somdej Wat Rakhang, merupakan bagian utama dalam kelompok Benja Pakee dan biasanya ditempatkan di posisi tengah ketika kelima amulet dikenakan bersama.
Phra Somdej Wat Rakhang sangat berkaitan dengan nama Somdej Phra Buddhacarya Toh Phrommarangsi atau yang lebih dikenal sebagai Somdej Toh. Amulet ini berasal dari masa awal Rattanakosin dan dikenal luas karena bentuknya yang sederhana namun memiliki nilai sejarah yang besar.
Phra Somdej umumnya dibuat dari bahan berbasis bubuk atau tanah kapur yang dicampur dengan berbagai bahan lainnya sesuai dengan resep dan tradisi pembuatannya.
Dalam dunia kolektor, Somdej Wat Rakhang menjadi salah satu jenis amulet yang paling banyak dibicarakan. Sejarah pembuatannya, variasi bentuk, bahan, serta detail cetakannya menjadi bagian penting dalam kajian dan pengumpulan Phra Somdej.
Phra Nang Phaya

Phra Nang Phaya berasal dari wilayah Phitsanulok dan sangat erat hubungannya dengan Wat Nang Phaya.
Amulet ini memiliki bentuk yang khas, yaitu menyerupai segitiga dengan figur Buddha sebagai pusatnya. Dalam sejarah seni Buddha Thailand, Phra Nang Phaya sering dikaitkan dengan seni periode Ayutthaya.
Nama "Nang Phaya" sendiri kemudian dikenal luas sebagai salah satu amulet penting dalam dunia kolektor Thailand. Selain nilai sejarahnya, bentuk yang khas membuat Phra Nang Phaya mudah dikenali dibandingkan banyak jenis amulet lainnya.
Dalam tradisi kepercayaan masyarakat Thailand, Phra Nang Phaya juga dikaitkan dengan aspek kewibawaan, daya tarik, dan keberuntungan. Namun, keyakinan mengenai khasiat atau phuttha khun tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat, bukan sesuatu yang dapat dibuktikan secara ilmiah.
Phra Rod

Phra Rod merupakan amulet yang berasal dari Lamphun dan sangat terkenal dalam koleksi Thai Amulet.
Salah satu sumber utama yang berkaitan dengan Phra Rod adalah Wat Mahawan di Lamphun. Amulet ini memiliki bentuk kecil dengan figur Buddha yang berada di dalam struktur menyerupai lengkungan atau bingkai.
Phra Rod dikenal sebagai salah satu amulet kuno yang memiliki sejarah panjang. Karena usianya yang diperkirakan sangat tua, sejarah asal-usulnya sering kali dibahas bersama berbagai cerita dan tradisi mengenai periode awal sejarah Lamphun.
Nama Phra Rod juga memiliki berbagai penjelasan mengenai asal-usulnya. Dalam sebagian tradisi, nama tersebut dikaitkan dengan seorang Ruesi atau pertapa yang disebut Narada atau Narot. Karena adanya berbagai cerita mengenai asal-usulnya, informasi tentang Phra Rod sebaiknya dilihat bersama referensi sejarah dan kajian kolektor yang terpercaya.
Phra Phong Supan

Phra Phong Supan berasal dari wilayah Suphan Buri dan berkaitan dengan Wat Phra Si Rattana Mahathat.
Amulet ini memiliki bentuk yang khas dan memperlihatkan pengaruh seni U-Thong. Penemuan penting Phra Phong Supan dikaitkan dengan tahun 1913, ketika sejumlah amulet ditemukan dari area pagoda di kompleks Wat Phra Si Rattana Mahathat.
Salah satu ciri yang sering dibicarakan oleh para kolektor adalah bagian belakang beberapa Phra Phong Supan yang memperlihatkan tanda atau jejak tertentu yang dalam tradisi koleksi dikaitkan dengan proses pembuatannya.
Seperti jenis lainnya dalam Benja Pakee, Phra Phong Supan memiliki nilai yang tidak hanya berasal dari kepercayaan spiritual, tetapi juga dari sejarah, seni, bentuk, material, dan kelangkaannya.
Phra Kamphaeng Soom Kor

Phra Kamphaeng Soom Kor, yang juga sering ditulis dalam bahasa Inggris sebagai Phra Soom Kor atau Phra Som Kor, berasal dari wilayah Kamphaeng Phet.
Amulet ini dikenal dengan bentuk yang memiliki lengkungan atau sum di sekeliling figur Buddha. Karena karakter bentuknya tersebut, nama "Soom Kor" menjadi sangat melekat pada jenis amulet ini.
Phra Soom Kor biasanya dikaitkan dengan seni periode Sukhothai dan merupakan salah satu amulet kuno yang sangat terkenal di Thailand.
Dalam tradisi masyarakat Thailand, Phra Soom Kor juga dikenal dengan ungkapan "มีกูแล้วไม่จน" (mi ku laeo mai chon), yang secara sederhana sering diterjemahkan sebagai "memilikinya dipercaya membawa kelimpahan dan tidak mudah jatuh miskin". Ungkapan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat dan kolektor, bukan jaminan mengenai kondisi ekonomi seseorang.
Susunan Benja Pakee
Dalam tradisi kolektor, kelima amulet Benja Pakee juga memiliki susunan yang biasa digunakan ketika dikenakan bersama.
Phra Somdej ditempatkan di bagian tengah sebagai figur utama. Phra Rod berada di bagian kiri atas, sedangkan Phra Nang Phaya berada di bagian kanan atas. Di bagian bawah, Phra Phong Supan berada di sisi kiri dan Phra Kamphaeng Soom Kor berada di sisi kanan.
Susunan ini merupakan salah satu pola yang dikenal dalam tradisi penggunaan Benja Pakee. Namun, tidak semua kolektor mengikuti susunan yang sama. Dalam perkembangannya, setiap orang dapat memiliki cara sendiri dalam menyusun atau memakai koleksinya.
Mengapa Benja Pakee Begitu Terkenal?
Salah satu hal yang membuat Benja Pakee menarik adalah kelima amulet tersebut mewakili sejarah dan seni dari wilayah serta periode yang berbeda.
| Amulet | Daerah Asal | Kaitan Seni atau Zaman |
|---|---|---|
| Phra Somdej | Bangkok | Era Rattanakosin |
| Phra Nang Phaya | Phitsanulok | Seni Ayutthaya |
| Phra Rod | Lamphun | Salah satu yang tertua |
| Phra Phong Supan | Suphan Buri | Pengaruh seni U-Thong |
| Phra Kamphaeng Soom Kor | Kamphaeng Phet | Seni Sukhothai |
Dengan demikian, satu kelompok Benja Pakee tidak hanya memperlihatkan kepercayaan masyarakat terhadap amulet, tetapi juga memperlihatkan perjalanan panjang seni dan kebudayaan Thailand.
Bagi kolektor, kelima jenis ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena masing-masing memiliki karakter bentuk dan sejarah yang berbeda. Mempelajari Benja Pakee berarti tidak hanya mempelajari sebuah benda kecil yang dikenakan sebagai amulet, tetapi juga mempelajari cerita tentang kuil, seni Buddha, sejarah lokal, tradisi masyarakat, dan perkembangan dunia koleksi amulet di Thailand.
Benja Pakee dalam Dunia Koleksi Thai Amulet
Saat ini, Benja Pakee tetap menjadi salah satu kelompok amulet yang banyak dipelajari oleh kolektor Thailand maupun kolektor dari luar negeri.
Setiap amulet memiliki banyak variasi bentuk, cetakan, bahan, kondisi, dan tingkat kelangkaan. Karena itu, mempelajari Benja Pakee tidak cukup hanya dengan mengenali nama lima jenis amuletnya.
Kolektor yang serius biasanya juga mempelajari sejarah asal-usul, bentuk cetakan, material, ukuran, tekstur, usia, kondisi permukaan, serta perbandingan dengan contoh yang telah dikenal dalam dunia koleksi.
Hal inilah yang membuat Benja Pakee memiliki dunia kajian yang sangat luas. Semakin dipelajari, semakin banyak detail yang dapat ditemukan pada setiap amulet.
Penutup
Benja Pakee merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah dunia Thai Amulet. Lima amulet di dalamnya, yaitu Phra Somdej, Phra Nang Phaya, Phra Rod, Phra Phong Supan, dan Phra Kamphaeng Soom Kor, masing-masing memiliki cerita dan karakter yang berbeda.
Bagi sebagian orang, Benja Pakee merupakan bagian dari tradisi spiritual. Bagi kolektor, kelima amulet tersebut juga merupakan bagian dari sejarah, seni, budaya, dan warisan dunia amulet Thailand.
Mengenal Benja Pakee menjadi langkah yang menarik bagi siapa saja yang ingin memahami lebih jauh tentang Thai Amulet dan sejarah panjang yang berada di balik setiap amulet.
Heng Amulet menghadirkan informasi mengenai berbagai jenis Thai Amulet, sejarah para guru dan biksu, kuil, tradisi, serta kisah yang berkembang di balik setiap koleksi.

