Dalam budaya Thailand, kita sering menemukan patung Buddha dengan bentuk dan sikap tubuh yang berbeda-beda. Setiap sikap memiliki cerita dan makna tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan Buddha.
Salah satu tradisi yang sangat dikenal adalah Buddha berdasarkan hari kelahiran atau yang sering disebut Buddha 7 Hari. Masyarakat Thailand memiliki tradisi menghormati sosok Buddha yang dikaitkan dengan hari kelahiran mereka. Karena itu, ketika berkunjung ke kuil di Thailand, kita dapat menemukan berbagai bentuk Buddha yang mewakili hari-hari dalam satu minggu.
Tradisi ini juga sering digunakan sebagai salah satu referensi ketika seseorang ingin memilih Buddha amulet yang sesuai dengan hari kelahirannya. Namun, pemilihan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan pribadi, bukan sebuah kewajiban agama.
Apa yang Dimaksud dengan Buddha 7 Hari?
Buddha 7 Hari adalah kelompok representasi Buddha yang masing-masing dikaitkan dengan hari dalam satu minggu, yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Yang menarik, setiap hari memiliki sikap atau posisi Buddha yang berbeda. Sikap tersebut bukan dibuat secara sembarangan, tetapi menggambarkan peristiwa atau kisah tertentu yang berhubungan dengan kehidupan Buddha.
Dalam tradisi Thailand, orang yang lahir pada hari tertentu biasanya memberikan perhatian khusus kepada Buddha image yang sesuai dengan hari kelahirannya. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari budaya Buddha di Thailand dan juga dunia Thai Amulet.
Buddha Hari Minggu
Buddha untuk hari Minggu dikenal sebagai Phra Tawai Natra dan menggambarkan Buddha dalam posisi berdiri dengan kedua tangan disilangkan di bagian perut.
Posisi ini dikenal sebagai sikap merenung atau memperhatikan dengan penuh kesadaran. Dalam kisah yang berkaitan dengannya, Buddha digambarkan berdiri di bawah pohon Bodhi setelah mencapai pencerahan dan merenungkan penderitaan seluruh makhluk hidup.
Patung Buddha hari Minggu biasanya memiliki posisi berdiri dengan tangan kanan berada di atas tangan kiri.
Dalam tradisi masyarakat Thailand, orang yang lahir pada hari Minggu dapat memilih Buddha dengan sikap ini sebagai Buddha yang memiliki hubungan dengan hari kelahirannya.
Buddha Hari Senin
Buddha hari Senin dikenal sebagai Phra Ham Yath.
Buddha digambarkan berdiri dengan satu tangan terangkat di depan dada, telapak tangan menghadap ke depan. Sikap ini dikenal sebagai bentuk mencegah atau menenangkan suatu keadaan.
Dalam tradisi Buddha Thailand, posisi tersebut sering dikaitkan dengan tindakan menenangkan konflik dan mencegah terjadinya sesuatu yang buruk.
Karena itu, Buddha hari Senin memiliki bentuk yang mudah dikenali dari posisi tangan yang terangkat di depan tubuh.
Buddha Hari Selasa
Buddha hari Selasa dikenal sebagai Phra Sai Yas atau Buddha dalam posisi berbaring.
Buddha digambarkan berbaring di sisi kanan. Kepala ditopang oleh tangan kanan, sedangkan tubuh berada dalam posisi tenang dan rileks.
Bentuk ini sering disebut sebagai reclining Buddha atau Buddha berbaring. Salah satu contoh yang paling terkenal di Thailand dapat ditemukan di Wat Pho, Bangkok.
Buddha dalam posisi berbaring memiliki makna yang berkaitan dengan ketenangan dan juga mengingatkan pada tahapan akhir kehidupan Buddha.
Buddha Hari Rabu
Hari Rabu memiliki keunikan tersendiri dalam tradisi Thailand karena dibedakan menjadi Buddha Rabu siang dan Buddha Rabu malam.
Pembagian ini berasal dari tradisi astrologi Thailand. Karena itu, seseorang yang lahir pada hari Rabu biasanya perlu mengetahui apakah kelahirannya masuk dalam kategori Rabu siang atau Rabu malam.
Buddha Rabu Siang
Buddha Rabu siang dikenal sebagai Phra Um Bhat.
Buddha digambarkan berdiri sambil membawa mangkuk sedekah atau alms bowl dengan kedua tangan di depan tubuh.
Sikap ini berkaitan dengan tradisi pindapata, yaitu ketika Buddha menerima makanan dari masyarakat. Dalam kisah yang diceritakan dalam sumber tradisi ini, Buddha kembali menemui keluarganya setelah beberapa tahun meninggalkan kehidupan rumah tangga dan menerima makanan dengan mangkuk sebagai bagian dari kehidupan seorang bhikkhu.
Buddha Rabu Malam
Buddha Rabu malam dikenal dengan sikap Phra Lae Lei atau Phra Pa Lay Lai.
Dalam posisi ini, Buddha digambarkan sedang duduk dan menerima penghormatan atau pemberian dari seekor gajah dan seekor monyet.
Kisah tersebut sering digunakan untuk menggambarkan penghormatan terhadap Buddha dari berbagai makhluk hidup.
Karena adanya pembagian Rabu siang dan Rabu malam, orang yang lahir pada hari Rabu sebaiknya memperhatikan waktu kelahirannya ketika menggunakan tradisi Buddha hari lahir sebagai referensi.
Buddha Hari Kamis
Buddha hari Kamis dikenal sebagai Phra Samathi atau Buddha dalam posisi meditasi.
Buddha duduk dengan kedua kaki bersilang dan kedua tangan diletakkan di atas pangkuan dalam posisi meditasi. Tangan kanan berada di atas tangan kiri dengan telapak tangan menghadap ke atas.
Sikap ini merupakan salah satu bentuk Buddha yang paling dikenal di Thailand. Posisi meditasi melambangkan ketenangan, konsentrasi, dan pengembangan batin.
Buddha hari Kamis sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki representasi Buddha dalam posisi meditasi sebagai bagian dari penghormatan atau praktik pribadi.
Buddha Hari Jumat
Buddha hari Jumat dikenal sebagai Phra Ram Pueng atau Buddha dalam sikap merenung.
Buddha digambarkan berdiri dengan kedua tangan disilangkan di bagian dada, dengan telapak tangan menghadap ke dalam.
Sikap tersebut menggambarkan Buddha yang sedang merenungkan bagaimana menjelaskan kebenaran dan penderitaan kepada para pengikutnya setelah mencapai pencerahan.
Bentuk Buddha hari Jumat dapat dikenali dari kedua tangan yang disilangkan di bagian dada.
Buddha Hari Sabtu
Buddha hari Sabtu dikenal sebagai Phra Naga Prok.
Buddha duduk dalam posisi meditasi dan berada di bawah perlindungan naga yang membuka tudungnya di atas kepala Buddha.
Kisah ini berkaitan dengan Mucalinda, raja naga yang melindungi Buddha ketika hujan turun saat Buddha sedang bermeditasi. Karena itu, bentuk Buddha dengan tujuh kepala naga yang menaungi bagian atas Buddha menjadi salah satu representasi yang sangat mudah dikenali.
Phra Naga Prok menjadi salah satu bentuk Buddha yang sangat populer dalam tradisi Thailand dan sering dijumpai sebagai patung maupun amulet.
Tabel Buddha Berdasarkan Hari Kelahiran
| Hari | Nama Buddha | Bentuk atau Sikap |
|---|---|---|
| Minggu | Phra Tawai Natra | Berdiri dengan tangan disilangkan di bagian perut |
| Senin | Phra Ham Yath | Berdiri dengan satu tangan terangkat ke depan |
| Selasa | Phra Sai Yas | Buddha berbaring |
| Rabu Siang | Phra Um Bhat | Berdiri sambil membawa mangkuk sedekah |
| Rabu Malam | Phra Lae Lei / Phra Pa Lay Lai | Duduk dan menerima penghormatan dari gajah dan monyet |
| Kamis | Phra Samathi | Duduk dalam posisi meditasi |
| Jumat | Phra Ram Pueng | Berdiri dengan kedua tangan disilangkan di dada |
| Sabtu | Phra Naga Prok | Duduk meditasi dengan perlindungan naga |
Pembagian dan nama Buddha di atas mengikuti tradisi yang umum dijelaskan dalam referensi Buddha 7 Hari dan literatur mengenai Thai Amulet.
Apakah Buddha Hari Lahir Harus Dipakai sebagai Amulet?
Tidak harus.
Dalam tradisi Thailand, Buddha yang sesuai dengan hari kelahiran dapat digunakan sebagai salah satu referensi ketika seseorang memilih Buddha amulet. Namun, bukan berarti seseorang wajib menggunakan amulet berdasarkan hari kelahirannya.
Ada orang yang memilih berdasarkan hari lahir, sementara yang lain memilih berdasarkan bentuk Buddha, sejarah sebuah amulet, guru atau biksu yang membuatnya, asal kuil, tahun pembuatan, atau karena memiliki hubungan pribadi dengan amulet tersebut.
Karena itu, pilihan amulet tetap kembali kepada keyakinan dan ketertarikan masing-masing orang. Referensi berdasarkan hari lahir dapat digunakan sebagai panduan, bukan sebagai aturan mutlak.
Warna dan Hari Kelahiran dalam Tradisi Thailand
Selain sikap Buddha, budaya Thailand juga mengenal warna yang berkaitan dengan hari kelahiran.
Secara umum, warna tradisional yang sering dikaitkan dengan tujuh hari adalah merah untuk Minggu, kuning untuk Senin, merah muda untuk Selasa, hijau untuk Rabu, oranye untuk Kamis, biru untuk Jumat, serta hitam atau ungu tua untuk Sabtu.
Namun, pembahasan mengenai warna keberuntungan, warna yang dianggap kurang baik, dan warna yang digunakan untuk tujuan tertentu dapat berbeda menurut kitab atau aliran astrologi yang digunakan. Karena itu, tabel warna sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi astrologi Thailand, bukan aturan agama Buddha.
Cara Mengetahui Buddha Hari Lahir
Untuk mengetahui Buddha yang sesuai dengan hari kelahiran, hal pertama yang perlu diketahui adalah hari dalam minggu ketika seseorang dilahirkan.
Cukup gunakan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran untuk menentukan apakah kelahiran tersebut jatuh pada hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, atau Sabtu.
Khusus untuk kelahiran pada hari Rabu, tradisi Thailand membedakan antara Rabu siang dan Rabu malam. Karena itu, waktu kelahiran juga dapat menjadi informasi yang perlu diperhatikan.
Setelah mengetahui hari kelahiran, seseorang dapat mengenali bentuk Buddha yang berkaitan dengan hari tersebut dan menjadikannya sebagai referensi ketika mencari Buddha amulet.
Buddha 7 Hari dan Dunia Thai Amulet
Bagi kolektor Thai Amulet, memahami Buddha 7 Hari merupakan salah satu cara yang menarik untuk mengenal lebih jauh budaya dan tradisi Thailand.
Setiap bentuk Buddha memiliki cerita sendiri. Ada yang berkaitan dengan meditasi, penghormatan, perlindungan, penerimaan sedekah, perenungan, maupun berbagai peristiwa dalam kehidupan Buddha.
Karena itu, sebuah amulet tidak hanya menarik karena bentuk atau materialnya. Di balik setiap bentuk Buddha terdapat cerita, simbol, dan tradisi yang telah berkembang dalam masyarakat Thailand selama bertahun-tahun.
Penutup
Buddha 7 Hari merupakan salah satu tradisi yang membuat budaya Thai Amulet begitu menarik untuk dipelajari.
Mengenali Buddha hari Minggu sampai Sabtu, termasuk pembagian khusus untuk Rabu siang dan Rabu malam, dapat membantu kita memahami mengapa bentuk Buddha dalam tradisi Thailand sangat beragam.
Bagi sebagian orang, Buddha berdasarkan hari kelahiran menjadi bagian dari penghormatan dan keyakinan pribadi. Bagi kolektor, tradisi ini juga menjadi salah satu bagian dari sejarah, seni, dan budaya Thai Amulet.
Heng Amulet menghadirkan berbagai informasi mengenai Thai Amulet, sejarah para guru dan biksu, kuil, jenis-jenis amulet, serta tradisi yang berkembang di baliknya. Semoga artikel ini dapat menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh dunia Thai Amulet dan budaya Thailand.

